Mengapa masa kecilmu memengaruhi hidupmu saat kamu dewasa?
Masa kecilmu membentuk landasan utama yang kamu gunakan saat dewasa dalam berpikir, mengelola emosi, berelasi dengan orang lain, dengan diri sendiri, dan dalam berbagai hal lainnya.
Masa kecilmu menentukan “kacamata” yang kamu gunakan saat dewasa dalam melihat hidup.
Masa kecil kita memengaruhi hidup saat kita dewasa karena pada masa itulah kita pertama kali belajar tentang diri sendiri, orang lain, dan hidup ini.
Sebagai anak kecil, segala sesuatu yang kita lihat kita jadikan sebagai landasan utama, blueprint, “ooo hidup ini begini”. Kita menyerap pengalaman begitu saja dan menjadikannya kesimpulan tentang hidup ini gimana.
Contoh:
- Kalo sering dikritik, seorang anak bisa menyimpulkan, “Aku ini selalu enggak cukup baik.”
- Kalo sering diabaikan, bisa langsung menyimpulkan, “Perasaanku enggak penting.”
- Kalo orang tua sering bertengkar, bisa menyimpulkan, “Ternyata relasi itu bahaya, enggak aman.”
- Kalo ditinggalkan orang tua, bisa menyimpulkan, “Orang yang kucintai pasti akan meninggalkanku.”
- Dan sebagainya.
Kesimpulan-kesimpulan itu tanpa disadari sering terbawa sampai kita dewasa.
Akibatnya, saat dewasa, kita sering bereaksi terhadap kehidupan saat ini berdasarkan pengalaman masa kecil, berdasarkan luka masa kecil itu.
Misalnya, pasangan berbeda pendapat sama kamu.
Reaksimu bukan cuma karena beda pendapat yang terjadi saat ini. Tapi juga dipengaruhi pengalaman masa kecil.
Contoh: karena beda pendapat itu, kamu muncul ketakutan berlebihan. Karena blueprint-mu atau “kacamatamu” adalah penolakan atau ditinggalkan yang kamu alami di masa kecil.
Masa kecil, masa lalu, memengaruhi kita karena pikiran terus membawa ingatan dan kesimpulan lama itu ke setiap pengalaman baru saat ini. Kita enggak melihat kenyataan saat ini seapaadanya, tapi kita melihatnya melalui lensa masa lalu.
Dan memahami masa kecil itu bukan untuk menyalahkan orang tua atau terus hidup di masa lalu. Tapi memahami itu untuk menyadari keterkondisian batin, pola yang udah lama terbentuk. Kita menyadari pola itu, maka otomatis kita bukanlah pola itu.
Jadi kita keluar dari pola, enggak terus mengulanginya di hidup saat kita udah dewasa ini.
Masa kecil membentuk banyak pola dalam diri kita, tapi masa kecil enggak harus menentukan gimana kita menjalani sisa hidup kita.